Nama Lengkap: Farah Fauzan Alias: Farah Quinn | Farah Farhanah Quinn
Tanggal Lahir: 08 April 1980
Tempat Lahir: Bandung, Jawa Barat, Indonesia
Zodiac: Aries Kewarganegaraan: Indonesia
Ayah: H. Ir. Fauzan Rahim Ibu: Nyayu Rachmawaty
Suami: Carson Quinn (sejak 2005) Anak: Armand Fauzan Quinn (l. 2007)
Biografi Farah Quinn lahir di Bandung, 8 April 1980 adalah koki dan selebritis Indonesia. Masa kecilnya di Sumatera kerap ia habiskan untuk membantu sang ibu di dapur. Ia mulai dikenal luas setelah memandu acara kuliner Ala Chef di TransTV. Farah Quinn mendapatkan penghargaan Panasonic Gobel Awards 2013 sebagai Presenter Hobi dan Gaya Hidup Favorit. Meski terkenal sebagai koki, bidang yang ditekuni Farah awalnya bukanlah kuliner, melainkan keuangan. Setelah lulus SMA, ia melanjutkan kuliah di jurusan Finance di Indiana University Of Pennsylvania, Amerika Serikat. Namun setelah lulus, ia lebih tertarik di dunia kuliner yang sudah diminatinya sejak kecil. Awal karir Farah sebagai koki dimulai ketika ia bekerja di sebuah restoran Italia bernama Lidia’s Pittsburgh. Karena merasa ilmu memasak yang ia pelajari secara otodidak masih belum memadai, Farah mengambil kelas pastry di Pittsburgh Culinary Institute. Setelah menyelesaikan belajar di Pittsburgh, Farah hijrah ke Phoenix, Arizona, Ia bekerja di sebuah resort bernama Arizona Biltmore Resort. Saat itu ia juga mengikuti World Pastry Championship. Ia pun mendapatkan kesempatan belajar memasak dari Chef Ewald Notter dan Colette Peters. Dengan Bekal keahlian memasak yang ia pelajari dari pendidikan dan pengalaman membuatnya yakin untuk memulai usaha kuliner sendiri. Ia membuka restoran bernama “Camus” di Phoenix pada 2003. “Camus” cukup berhasil dan mendapat predikat sebagai restoran berbintang 4. Keahlian memasak Farah kemudian mulai diketahui banyak orang. Tak jarang ia muncul di koran dan majalah lokal di sana. Tahun 2005 Farah menghadiri acara pertemuan G8 di Sea Island, Georgia. Saat itu ia berkesempatan untuk menghidangkan menu pencuci mulut kepada beberapa ibu negara yang hadir. Farah mengawali karirnya di Indonesia setelah berkenalan dengan Helmy Yahya. Saat itu Helmy mengundang Farah sebagai bintang tamu di acara yang ia bawakan. Beberapa saat kemudian, istri dari Carson Quinn ini mendapat tawaran sebagai pemandu acara memasak berjudul “Ala Chef” dari Trans TV. Ia menerima tawaran tersebut, episode pertamanya dimulai pada November 2008. Farah juga membawakan acara “The Big Break” (2012) yang ditayangkan oleh Asian Food Channel. “The Big Break” merupakan kompetisi memasak yang diikuti peserta dari 6 negara yaitu Malaysia, Mongolia, Filipina, Thailand, Singapura dan Korea Selatan. Selain itu, ibu dari Armand Quinn ini juga dipercaya sebagai duta in-flight meal maskapai penerbangan Air Asia Indonesia. Penampilan Farah sebagai pembawa acara membawanya memenangkan penghargaan di Panasonic Gobel Awards 2013 untuk kategori Presenter Hobi & Gaya Hidup Terfavorit. Sebelumnya, ia juga pernah mendapatkan gelar Sexiest Female Celebrity 2011 dari “Insert” Trans TV.
sumber: http://uniqpost.com/profil/farah-quinn/
Minggu, 04 Mei 2014
Sabtu, 03 Mei 2014
Semua tentang PalembangWisata Kuliner Di Palembang
Akhirnya tanggal 27 januari 2014 saya pulang ke Palembang untuk merayakan Imlek bersama keluarga.
Pada awalnya saya tidak berminat pulang ke Palembang, dikarenakan dalam waktu dekat saya akan berangkat keluar negeri. Namun nasib berkata lain, semua kakak perempuan saya pulang ke Palembang, jadi sayapun akhirnya dipaksa untuk pulang juga.
Setelah dijemput di bandara SMB II, saya langsung pulang kerumah untuk bertemu papa untuk melepas rindu dan menaruh barang bawaan dirumah. Tidak perlu berlama-lama dirumah, karena Kuliner pertama sudah menanti.
Mie Celor 26 Ilir
Di daerah 26 Ilir ini ada satu Mie Celor rumahan yang enak (namanya lupa), tetapi aksesnya harus melewati pasar, jalannya cukup sempit, dan mobil hanya bisa parkir paralel, sehingga akan sangat susah untuk mendapatkan tempat parkir.
Dikarenakan kita membawa bayi dan sedang tidur didalam mobil, akhirnya kita tidak jadi makan Mie Celor rumahan tersebut, dan kita menuju ke Mie Celor 26 Ilir.
Ternyata Mie Celor 26 Ilir ini tidak seenak Mie Celor rumahan tersebut dan lagi didalam Mie yang saya makan terdapat rambut, sehingga menambah rasa jijik.
Martabak Manis Bangka
Pada saat melewati jalan dempo saya melihat martabak Atet yang cukup terkenal di Palembang. Perut sudah kenyangpun kita masih mau membeli martabak. Sehingga martabak Atet tersebut kita makan keesokan harinya. Mungkin karena dimakan keesokan harinya martabaknya sudah tidak terlalu enak dan yang membuat saya kecewa adalah isinya sangat sedikit sekali, tidak sesuai sama harga yang tidak murah. Hohoho.... Saya tidak akan balik lagi beli martabak Atet tersbut.
Untuk mengobati kekecewaan makan martabak manis bangka, akhirnya saya membeli martabak manis bangka yang sudah sangat terkenal dari jaman dahulu yaitu martabak pulo mas. Kekecewaan makan martabak Atet akhirnya diobati martabak pulo mas.
Menurut saya Martabak Pulo Mas jauh lebih enak dari Martabak Atet.
Es Kacang Merah
Es Kacang Merah yang sangat terkenal dari jaman dahulu adalah Es Mamat yang berada di daerah lapangan hatta. Es Kacang Merah Mamat ini masih cukup enak tetapi sudah tidak seenak jaman dahulu kala.
Trus saya mencoba es kacang merah yg berada di dekat pasar cinde ternyata lebih enak daripada es mamat.
Pempek Lenggang
Pempek Lenggang favorit saya yang berada di dempo dalam ini ternyata sudah pindah dan saya tidak tahu pindahnya kemana. Akhirnya saya mencoba peruntungan Pempek Lenggang di Pempek Saga Sudi Mampir.
Menurut saya Pempek Lenggangnya cukup enak, tetapi sayang telornya terlalu sedikit. Untuk mendapatkan telor yang banyak ternyata kita harus memesan yang spesial. Dikarekan kita sudah kenyang akhirnya kita tidak mencoba yang spesial.
Martabak HAR
Setiap kali pulang ke Palembang makanan ini tidak boleh terlewatkan. Martabak HAR favorit saya yaitu yang berada di simpang sekip. Masih tetap enak seperti dulu.
Dan ada satu juga yang lumayan enak dan cukup sering saya makan sewaktu kemaren pulang ke Palembang yaitu Martabak Babe berlokasi di daerah Lemabang.
Mie Pangsit Terang Bulan
Selain Mie dan pangsit nya yang terkenal paling enak di Palembang, ternyata penjualnya pun cukup terkenal karena tidak pernah senyum dan bila kita membeli mie untuk dibawa pulang jangan harap kita akan mendapatkan kuah bila kita tidak membawa wadah untuk kuah tersebut.
Polisi yang ganas
Dikarenakan macet saat mengantri lampu merah diperempatan RS. Charitas, kami tidak melihat bahwa sebelum lampu merah tersebut ada lajur khusus sepeda motor
Kusut Kusut dan kusut...
membuat hari2 yang kujalani tidak berarti sama sekali, teman yang dulu ada dimana-mana sekarang tinggal kisah lalu yang tidak membekas. saat ini apa yang semestinya aq lakukan?? Aku tidak tau mengapa, tapi semua yang aku lakukan, apa yang jadi target, tujuanku hampir bisa dipastikan semuanya sia-sia.. "karma"... apakah demikian yang terjadi padaku?? Sendiri dan selalu sendiri tiap hari,, Bosan spt ini terus,, ingin seperti yang lain punya banyak temen, punya cita-cita, punya harapan, punya mimpi(sesuatu yang ingin dicapai)..
membuat hari2 yang kujalani tidak berarti sama sekali, teman yang dulu ada dimana-mana sekarang tinggal kisah lalu yang tidak membekas. saat ini apa yang semestinya aq lakukan?? Aku tidak tau mengapa, tapi semua yang aku lakukan, apa yang jadi target, tujuanku hampir bisa dipastikan semuanya sia-sia.. "karma"... apakah demikian yang terjadi padaku?? Sendiri dan selalu sendiri tiap hari,, Bosan spt ini terus,, ingin seperti yang lain punya banyak temen, punya cita-cita, punya harapan, punya mimpi(sesuatu yang ingin dicapai)..
Ya allah mudahkanlah setiap langkah dan tujuanku..
Minggu, 27 April 2014
Langganan:
Komentar (Atom)

